
Apakah Anda pernah tidur setelah makan? Jika iya, sepertinya Anda harus menghentikan kebiasaan ini. Rasa ngantuk usai makan adalah hal yang normal terjadi dan bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Namun, jika setelah makan langsung tidur menjadi kebiasaan, maka Anda harus mengetahui bahwa terdapat bahaya tidur setelah makan.
Mengenali Bahaya Tidur Setelah Makan
Pada dasarnya, aliran darah akan terpusat ke saluran pencernaan setelah Anda makan. Kondisi ini mengakibatkan aliran darah ke otak menjadi kekurangan oksigen sehingga menimbulkan rasa kantuk.
Namun, tidur setelah makan adalah sesuatu yang tidak baik bagi kesehatan karena dapat menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan dan masalah-masalah kesehatan lainnya.
Berikut adalah bahaya tidur setelah makan yang bisa terjadi pada tubuh Anda, di antaranya :
- Beresiko membuat berat badan naik
Bahaya tidur setelah makan yang pertama adalah membuat berat badan Anda mengalami peningkatan. Tidur setelah makan memicu kenaikan berat badan karena pada malam hari seseorang lebih menyukai konsumsi makanan berkalori tinggi, dan tidak dipergunakan sebagai sumber energi.
Asupan kalori berlebih dapat menjadi lemak yang menyebabkan kenaikan berat badan. Jadi, waktu makan sebenarnya tidak memengaruhi berat badan, tetapi apa yang Anda konsumsi.
- Heartbun
Bahaya tidur setelah makan berikutnya bisa menyebabkan heartburn, yaitu sensai panas pada perut bagian atas dan terkadang sampai ke tenggorokan yang disebabkan karena naiknya asam lambung.
Dampak negatif tidur setelah makan lainnya adalah membuat Anda tidak lapar di pagi hari sehingga akan melewatkan sarapan. Melewatkan sarapan membuat Anda makan berlebihan di waktu berikutnya.
- Stroke
Sebuah penelitian mengungkapkan, semakin panjang jeda waktu tidur setelah makan, maka risiko untuk mengalami stroke bisa berkurang. Kondisi ini diperkirakan karena saat makan, gula darah, kolesterol, dan aliran darah mengalami perubahan–di mana berbagai perubahan itu bisa memengaruhi risiko stroke.
Penelitan lain mengungkapkan, risiko stroke juga bisa berkaitan dengan risiko refluks asam lambung, dan lebih sering terjadi pada mereka yang waktu makan dan waktu tidurnya berdekatan. Kondisi ini bisa memicu terjadinya sumbatan napas saat tidur (sleep apnea), salah faktor risiko terhadap stroke.
Meski begitu, belum ditemukan alasan yang pasti mengenai klaim ini, sehingga penelitian lebih lanjut perlu dilakukan.
- Terganggunya sistem pencernaan
Menurut beberapa pakar kesehatan, bahaya tidur setelah makan dapat menyebabkan refluks esofagus. Posisi berbaring dapat membuat makanan yang sebelumnya masuk menuju organ lambung menjadi berbalik arah ke atas lagi yaitu tenggorokan dan mulut.
Refluks esofagus atau dikenal juga dengan esophageal reflux merupakan kondisi di mana kembalinya makanan dari organ lambung menuju dalam esofagus, yaitu saluran yang berfungsi mengangkut makanan yang berasal dari mulut menuju perut.
Ketika makanan tersebut kembali ke esofagus dan mulut, maka rasa pahit bisa muncul. Kerongkongan pun akan menjadi terasa panas dan kering. Sering kali seseorang yang mengalami ini akan merasa ingin muntah dan mulas. Bahaya tidur setelah makan ini benar-benar mengganggu aktivitas sehari-hari Anda.
- Masalah pada paru-paru
Bahaya tidur setelah makan tidak hanya mengganggu pencernaan. Apabila sebelumnya Anda memiliki penyakit maag dan tukak lambung. Kondisi lain yang dapat terjadi asam lambung pada akhirnya bisa berbalik arah karena posisi tidur dapat menuju saluran pernapasan manusia. Bahaya tidur setelah makan menyebabkan terjadinya peradangan dan kerusakan paru-paru serta laring atau kotak suara.
“every time you eat or drink, you are either feeding disease or fighting it”


