Diposkan pada Kesehatan Mental

Wah, Ini dia 7 Kebiasaan Buruk yang Menyebabkan Anda Terkena Gangguan Mental (Part 1)

Gejala gangguan mental

Tanpa disadari, musuh terbesar bagi diri kita bukanlah orang lain tetapi diri sendiri. Pikiran dan kebiasaan kita, meskipun seringkali disepelekan, dapat mempengaruhi suasana hati dan mengganggu kesehatan mental.

Sama seperti kesehatan tubuh, gangguan mental juga akan menyebabkan gejala-gejala yang akhirnya menghambat aktivitas sehari-hari bila tidak segera ditangani.

Berikut adalah beberapa kebiasaan yang bisa mengganggu kesehatan mental :

  1. Pesimis

Orang yang pesimis cenderung tidak mempunyai harapan baik dan mudah putus asa. Karena itu, pesimisme tidak hanya mempengaruhi cara memandang hidup, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan mental.

Hilang harapan dan rasa putus asa, jika dibiarkan akan berlarut-larut bisa menjadi salah satu gejala gangguan mood, yaitu depresi.

Maka belajarlah untuk berpikiran positif. Kenali kelemahan dan kekuatan diri, dan fokuslah kepada kekuatan tersebut. Jangan hanya berkutat pada kelemahan atau situasi buruk yang sedang dialami.

  1. Perfeksionis

Sikap perfeksionis cenderung membuat seseorang menginginkan semua hal sempurna. Berjalan sesuai dengan rencana, tanpa ada sesuatu hal yang buruk.

Standar yang sempurna ini tidak jarang membuat seseorang kecewa dan sedih, terlebih jika apa yang direncanakan tidak menjadi kenyataan. Bila tidak dikendalikan, seseorang akan rentan terhadap gangguan kecemasan (anxiety disorder).

Tetapkan tujuan yang realistis, lebih dapat dicapai, dan hadapi kesalahan dan kegagalan sebagai bentuk pembelajaran. Jika kamu sudah mulai merasa cemas, tenangkan diri dan lakukan teknik relaksasi, misalnya dengan menarik nafas secara perlahan.

  1. Pikiran Obsesif

Obsesi adalah pikiran negatif yang muncul dan tidak terkendali serta berulang akan sesuatu kejadian masa lalu atau yang sedang dihadapi.

Misalnya kita terobsesi untuk selalu mengecek HP atau Media Sosial, tidak mau ketinggalan informasi sedikit apapun.

Tidak megang HP sebentar saja, dalam pikiran sudah muncul hal-hal negatif seperti, “Bagaimana kalau tadi pasangan menelpon karena ada apa-apa?” atau “Jangan-jangan dari tadi ada klien yang menghubungi untuk menjadwalkan meeting penting?”.

Ini akan membuat tubuh dan otak stress, membuat nafas dan denyut jantung meningkat cepat dan tubuh akan melepaskan hormon stress adrenalin dan kortisol. Semua ini akan berdampak kepada kesehatan fisik dan emosional.

Baca selanjutnya..

“You never know how STRONG you are until being strong si the only choice you have”
Diposkan pada bahaya dalam kesehatan

Sering Meniup Makanan Panas? Ini 3 Alasan Kamu Akan Berhenti Melakukannya

Saat menyantap makanan atau minuman panas, kita cenderung meniupkan agar lebih cepat dingin dan bisa segera dikonsumsi. Namun, sebaiknya kebiasaan tersebut mulai di hindari karena ternyata bisa memicu hal negatif bagi kesehatan lho!

  1. Membuka Peluang Kontaminasi Virus dan Bakteri

Dengan meniup makanan, potensi kuman maupun virus di mulut untuk berpindah ke makanan akan semakin besar. Jika kita mengkonsumsi makanan yang telah terkontaminasi, akan ada peluang untuk tertular juga.

Misalnya virus influenza dan TBC yang penyebarannya bisa secara langsung, bahkan melalui udara. Penyakit lebih serius seperti hepatitis juga bisa menular dengan kegiatan sederhana ini.

  1. Memicu Masalah Kesehatan

Uap air yang bereaksi dengan CO2 atau gas karbondioksida yang keluar dari mulut, akan membentuk senyawa asam karbonat (carbonic acid). Karena bersifat asam, hal ini bisa memicu ketidakseimbangan pH dalam darah.

Masalah lain yang mungkin akan timbul adalah jika (makanan) mengandung kalsium oksida (CaO). Saat makanan dengan senyawa tersebut ditiup dan bereaksi dengan CO2 dalam napas, maka akan menghasilkan batu kapur (CaCO3). Endapan CaCO3 dalam jumlah banyak bisa memicu terbentuknya batu ginjal.

  1. Meniup Makanan Dianggap Sesuatu yang Tak Sopan

Tak hanya punya dampak bagi kesehatan, kegiatan kecil ini termasuk melanggar etika makan di sejumlah tempat. Salah satunya Amerika Serikat. 

Meniup makanan yang masih panas untuk mendinginkannya dianggap tidak sopan. Mereka cenderung menunggu sejenak makanan atau minuman hingga suhunya tak terlalu panas, baru kemudian menyantapnya.


Wah, gak nyangka juga ya ternyata efeknya tak baik untuk tubuh. Kamu sendiri suka meniup makanan panas ngga, nih?

Alangkah baiknya jika kita mendiamkan sejenak makanan tersebut hingga terasa hangat. Keep enjoy guys, jangan lupa jaga kesehatan Anda!

“Sehat itu nikmat”
Diposkan pada bahaya dalam kesehatan

Hati-hati! Inilah 3 Bahaya Mengkonsumsi Makanan Saat Masih Panas

Diamkan sejenak, karena ada beberapa bahaya kesehatan jika menkonsumsi makanan saat masih panas!

Mengkonsumsi makanan berkuah saat musim hujan memang terlihat sangat menggiurkan dan bisa menghangatkan tubuh. Namun ada satu hal penting yang harus Anda perhatikan dan hindari yaitu Mengkonsumsi makanan panas secara langung.

Ada banyak dampak buruk yang bisa mengakibatkan organ tubuh, terutama bagian mulut menjadi terluka hingga memicu timbulnya penyakit kronis.

  1. Lidah Melepuh

Sebelum Anda mengkonsumsi makanan atau minuman panas, tidak ada salahnya mendiamkan terlebih dahulu hingga suhu terasa hangat. Jika tidak, maka dapat mengakibatkan lidah pecah-pecah yang akan menimbulkan rasa perih sekaligus rasa terbakar setiap kali makan.

Bahkan, kondisi ini akan membuat lidah anda melepuh hingga menghilangkan kemampuan mengecap secara permanen.

  1. Email Gigi Terkikis

Selain lidah melepuh, organ tubuh pertama yang terkena dampak makanan panas adalah gigi. Email yang merupakan lapisan terluar dan terkeras pada gigi lambat laun akan terkikis hingga memicu masalah besar seperti gigi berlubang dan sensitif.

Akibatnya, kuman dan bakteri pada sisa makanan dapat menyebabkan gigi terasa sakit, bengkak, dan tidak mampu mengkonsumsi makanan terlalu panas atau dingin lagi. 

  1. Lambung Iritasi

Suhu yang tinggi pada makanan panas akan membuat lambung iritasi dan meningkatkan produksi asam HCL. Akibatnya, perut terasa kembung dan begah dalam waktu yang lama.


Sebuah penelitian yang dipublikasikan di The British Medical Journal dan The International Journal of Cancer pada tahun 2009, memaparkan bahwa mengkonsumsi makanan panas dan minuman dingin dapat meningkatkan resiko terkena kanker. Jadi, tidak ada salahnya untuk menghangatkan makanan serta minuman sebelum mengkonsumsinya.

“Love your self enough to live a healthy lifestyle”