
Tanpa disadari, musuh terbesar bagi diri kita bukanlah orang lain tetapi diri sendiri. Pikiran dan kebiasaan kita, meskipun seringkali disepelekan, dapat mempengaruhi suasana hati dan mengganggu kesehatan mental.
Sama seperti kesehatan tubuh, gangguan mental juga akan menyebabkan gejala-gejala yang akhirnya menghambat aktivitas sehari-hari bila tidak segera ditangani.
Berikut adalah beberapa kebiasaan yang bisa mengganggu kesehatan mental :
- Pesimis
Orang yang pesimis cenderung tidak mempunyai harapan baik dan mudah putus asa. Karena itu, pesimisme tidak hanya mempengaruhi cara memandang hidup, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan mental.
Hilang harapan dan rasa putus asa, jika dibiarkan akan berlarut-larut bisa menjadi salah satu gejala gangguan mood, yaitu depresi.
Maka belajarlah untuk berpikiran positif. Kenali kelemahan dan kekuatan diri, dan fokuslah kepada kekuatan tersebut. Jangan hanya berkutat pada kelemahan atau situasi buruk yang sedang dialami.
- Perfeksionis
Sikap perfeksionis cenderung membuat seseorang menginginkan semua hal sempurna. Berjalan sesuai dengan rencana, tanpa ada sesuatu hal yang buruk.
Standar yang sempurna ini tidak jarang membuat seseorang kecewa dan sedih, terlebih jika apa yang direncanakan tidak menjadi kenyataan. Bila tidak dikendalikan, seseorang akan rentan terhadap gangguan kecemasan (anxiety disorder).
Tetapkan tujuan yang realistis, lebih dapat dicapai, dan hadapi kesalahan dan kegagalan sebagai bentuk pembelajaran. Jika kamu sudah mulai merasa cemas, tenangkan diri dan lakukan teknik relaksasi, misalnya dengan menarik nafas secara perlahan.
- Pikiran Obsesif
Obsesi adalah pikiran negatif yang muncul dan tidak terkendali serta berulang akan sesuatu kejadian masa lalu atau yang sedang dihadapi.
Misalnya kita terobsesi untuk selalu mengecek HP atau Media Sosial, tidak mau ketinggalan informasi sedikit apapun.
Tidak megang HP sebentar saja, dalam pikiran sudah muncul hal-hal negatif seperti, “Bagaimana kalau tadi pasangan menelpon karena ada apa-apa?” atau “Jangan-jangan dari tadi ada klien yang menghubungi untuk menjadwalkan meeting penting?”.
Ini akan membuat tubuh dan otak stress, membuat nafas dan denyut jantung meningkat cepat dan tubuh akan melepaskan hormon stress adrenalin dan kortisol. Semua ini akan berdampak kepada kesehatan fisik dan emosional.
“You never know how STRONG you are until being strong si the only choice you have”

