
Hai readers🌻 hari ini aku mau bahas tentang perbedaan antara kurang darah dan darah rendah, kalian tau gak sih sebenernya perbedaan keduanya? Kalau belum tahu begitu pasti, yuk kita baca artikel ini🤗
Pusing, tubuh lemas, dan kulit pucat bisa menjadi gejala awal beberapa penyakit, termasuk kurang darah dan darah rendah. Kedua penyakit ini sering dianggap sama, padahal kurang darah dan darah rendah merupakan dua kondisi yang berbeda. Maka dari itu, penyebab dan cara menanganinya pun akan berbeda pula.
Kurang darah alias anemia merupakan kondisi yang terjadi karena tubuh kekurangan hemoglobin. Sedangkan darah rendah alias hipotemia, terjadi karena tekanan darah di dalam arteri rendah atau berada di bawah batas normal. Seseorang dikatakan memiliki darah rendah jika hasil pengukuran tekanan darah menunjukkan angka di bawah 90/60 mmHg.
Simak lebih lanjut seputar perbedaaan anemia dan hipotensi di bawah ini!
Beda Penyebab Antara Anemia dan Hipotensi
Beda Penyebab Anemia dan Hipotensi
Sebelumnya perlu diketahui, darah rendah merupakan kondisi yang terjadi karena tekanan darah di dalam arteri lebih rendah dibanding angka normal. Pada saat darah mengalir melalui arteri, darah memberikan tekanan pada dinding arteri, tekanan itulah yang dinilai sebagai tolak ukur kekuatan aliran darah atau disebut dengan tekanan darah.
Tekanan darah yang terlalu rendah bisa menyebabkan terhambatnya jumlah darah yang mengalir ke otak dan organ vital lain, seperti ginjal. Kondisi ini kemudian mengakibatkan muncul gejala, seperti kepala terasa ringan dan pusing. Tubuh juga akan terasa tidak stabil atau goyah, bahkan kehilangan kesadaran.
Ada beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebab hipotensi, misalnya :
- Kekurangan cairan tubuh
- Kehamilan
- Perdarahan
- Diabetes
- Gangguan hormon tiroid
Pengobatan untuk tekanan darah rendah bisa berbeda-beda yang tergantung pada penyebabnya. Namun secara umum, tekanan darah ditangani dengan, sebagai berikut:
- Banyak mengkonsumsi air putih
- Konsumsi makan-makanan yang sehat
- Rutin olahraga
Jika dibutuhkan, pengidap penyakit ini mungkin harus mengkonsumsi obat-obatan tertentu atau mendapatkan tindakan medis.
Sementara anemia atau kurang darah terjadi karena tubuh kekurangan hemoglobin. Kebanyakan kondisi ini terjadi karena kurangnya asupan zat besi atau vitamin B12 dan asam folat.
Selain itu, anemia juga bisa disebabkan oleh:
- Perdarahan
- Kehamilan
- Kegagalan produk sel darah
- Penyakit ginjal kronis
Kedua penyakit ini sering dianggap sama, karena gejala yang muncul memang mirip. Pengidapnya sama-sama merasakan lemah, pusing, dan melayang. Terkadang penyebabnya bisa sama. Pengidap anemia karena perdarahan bisa juga mengalami hipotensi.
Beberapa kondisi yang bisa mengakibatkan tekanan darah rendah atau hipotensi adalah:
- Kehilangan cairan atau darah, misalnya muntah-muntah hebat, diare, perdarahan, baik melalui saluran cerna atas maupun saluran bawah yang terjadi tiba-tiba.
- Perdarahan melalui alat kelamin wanita.
- Infeksi berat.
- Gangguan pada jantung.
Baik penyakit darah rendah maupun kurang darah sebaiknya tidak dianggap sepele begitu saja. Selalu pantau kondisi tubuh dan hindari hal-hal yang bisa memperparah kondisi tubuh.
Selain itu, segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit jika gejala yang muncul tidak kunjung mereda atau malah menjadi lebih parah. Penanganan medis segera perlu dilakukan untuk menghindari komplikasi akibat kedua penyakit ini yang bisa menyerang berbagai organ penting tubuh.
“Rezeki kesehatan adalah rezeki yang tak ternilai harganya” – Eka Nur Rahayu Quote