Hallo readers🌻 kali ini aku mau ingatkan kembali, cuitan WHO di twitter yang mengingatkan kita untuk tidak menyemprotkan disinfektan langsung ke tubuh, kenapa sih emangnya?? Yuk baca🤗
Cairan disinfektan ramai digunakan demi menekan jumlah mikroorganisme di tengah pandemi virus corona. Penggunaan disinfektan jadi marak disemprotkan di jalan hingga pembuatan bilik atau chamber.
Namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Indonesia memperingatkan publik untuk tak menyemprotkan atau memakainya langsung ke tubuh manusia. Sebab beberapa kandungan dalam larutan disinfektan justru menyimpan resiko kesehatan.
“Menyemprot bahan-bahan kimia seperti itu dapat membahayakan jika terkena pakaian atau selaput lendir, contohnya mata dan mulut,” tulis cuitan dari akun resmi WHO Indonesia di Twitter WHO, Minggu (29/3).
Bahan kimia yang dimaksud adalah alkohol atau klorin yang umumnya terdapat dalam kandungan bahan cairan disinfektan. Menyemprotkan disinfektan ke tubuh manusia, menurut keterangan WHO, sebetulnya juga tidak bisa membunuh virus yang sudah masuk ke dalam tubuh.
Hai readers🤗 kali ini aku mau bahas pencegahan virus corona covid-19, please jangan panik🌻 yuk baca gimana cara pencegahannya🌸
Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus Corona atau COVID-19. Oleh sebab itu, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan Anda terinfeksi virus ini, yaitu:
Hindari bepergian ke tempat-tempat umum yang ramai pengunjung (social distancing).
Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian.
Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60% setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum.
Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
Hindari kontak dengan hewan, terutama hewan liar. Bila terjadi kontak dengan hewan, cuci tangan setelahnya.
Masak daging sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi.
Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.
Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan.
Hai readers ketemu lagi sama aku🤗 kali ini aku mau bahas tentang perbedaan antara social distancing dan lockdown? Kalian tau ga si sebenernya maksud dari kedua kata itu berbeda lho.. jangan sampai keliru lagi yaa.. Happy reader gayss💙
Pemerintah Indonesia belum akan menerapkan sistem lockdown terhadap virus corona.
Namun, upaya pemerintah saat ini yang sedang diterapkan adalah social distancing.
Apa sih perbedaan Social Distancing dan Lockdown??
Dilansir dari verywellmind, social distance baru-baru ini telah dirujuk oleh Centers for Disease Control (CDC) sebagai salah satu strategi terbaik dalam mencegah penyebaran virus corona.
Social distancing adalah tindakan menjauhi kerumunan, keramaian, menghindari pertemuan massal, dan menjaga jarak (sekitar 2 meter) dari orang lain.
Hal ini bertujuan mencegah orang sakit melakukan kontak dalam jarak dekat dengan orang lain untuk mengurangi peluang penularan virus.
Kiranya ada poin penting dari social distancing, yaitu sebagai berikut:
Menjauhi segala bentuk perkumpulan,
Menjaga jarak dengan orang lain, dan
Menghindari berbagai pertemuan yang melibatkan banyak orang.
Penyebaran virus Corona Covid-19 yang semakin pesat dan sudah masuk ke wilayah Indonesia telah menyebabkan banyak orang khawatir. Sebagian orang pun mulai berbondong-bondong membeli produk untuk mencegah penularan virus.
Padahal ada beberapa cara untuk mencegah penularan virus corona Covid-19, salah satunya menjaga kebersihan dengan mencuci tangan pakai air dan sabun.
Tapi, Anda mungkin lupa bahwa virus dan penyakit juga berkaitan dengan daya tahan tubuh seseorang. Sistem kekebalan tubuh yang lemah bisa membuat seseorang lebih rentan terinfeksi virus dan penyakit.
Sayangnya, sistem kekebalan tubuh bisa rusak karena banyak hal, seperti stress, racun, kurang olahraga dan konsumsi makanan tidak sehat.
Berikut ini 5 cara yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh demi mencegah penularan virus corona seperti yang dilansir oleh Psychology Today.
Mengurangi Stress
Saat stress, tubuh akan menghasilkan hormon stress yang mengganggu sistem kekebalan tubuh. Jadi, salah satu cara untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh adalah mengurangi stress.
Pastikan Anda memiliki keseimbangan aktivitas dan kehidupan yang damai, tentram, beristirahat dengan baik dan merilekskan tubuh.
Tidur saat lelah
Usahakan selalu tidur atau istirahatkan tubuh Anda ketika kelelahan. Karena, kurang istirahat bisa meningkatkan stress dan berdampak pada sistem kekebalan tubuh. Jangan paksakan tubuh tetap bekerja atau beraktivitas dengan mengkonsumsi kafein terus-menerus.
Konsumsi Vitamin
Beberapa makanan bisa membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, seperti jeruk, bawang putih, brokoli dan bayam.
Jika sistem kekebalan tubuh Anda melemah, cobalah mengonsumsi vitamin, seperti Vitamin C, Vitamin B dan Vitamin D.
Mengurangi Peradangan
Gula, daging olahan, minyak nabati dan alkohol termasuk makanan yang menyebabkan peradangan. Jika seseorang mengalami peradangan, maka kondisi ini akan memengaruhi sistem kekebalan. Karena itu, lebih baik hindari makanan yang menyebabkan peradangan.
Olahraga
Olahraga juga salah satu cara untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Tapi, terlalu banyak olahraga juga bisa membuat stress pada tubuh dan memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Jadi, Anda perlu mengimbangi waktu olahraga dan istirahat.
“Kak, kan kita ga boleh keluar gimana mau olahraga?”
Olahraga itu gaperlu di luar ko:) kita bisa olahraga di rumah dan liat berbagai macam tutorial di youtube. #stayathome
“Satu-satunya cara untuk menjaga kesehatan adalah makan apa yang tidak anda inginkan, minum yang tidak anda sukai, dan lakukan apa yang tidak anda senangi” – Mark Twain
Dalam sepekan terakhir rasa ingin tahu warga di tanah air soal Virus Corona COVID-19 semakin tinggi setelah World Health Organization (WHO) menetapkan virus ini sebagai pandemi dan meminta Presiden Joko Widodo menetapkan status darurat nasional corona.
Apa itu Corona COVID-19??
Lalu apa itu virus corona COVID-19? Menurut situs WHO, virus corona adalah keluarga besar virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Pada manusia corona diketahui menyebabkan infeksi pernafasan mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrme (SARS).
Virus corona paling terbaru yang ditemukan adalah virus corona COVID-19. Virus ini termasuk penyakit menular dan baru ditemukan di Wuhan, China pada bulan Desember 2019 yang kemudian menjadi wabah.
Gejala COVID-19 yang paling umum adalah demam, kelelahan, dan batuk kering. Beberapa pasien mungkin mengalami sakit dan nyeri, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan atau diare. Gejala-gejala ini bersifat ringan dan terjadi secara bertahap.
Namun, beberapa orang yang terinfeksi tetapi tidak menunjukkan gejala apa pun dan tak merasa tidak enak badan. Kebanyakan orang (sekitar 80%) pulih dari penyakit tanpa perlu perawatan khusus. Sekitar 1 dari setiap 6 orang yang mendapatkan COVID-19 sakit parah dan mengalami kesulitan bernapas.
Orang yang lebih tua, dan mereka yang memiliki masalah medis seperti tekanan darah tinggi, masalah jantung atau diabetes, lebih mungkin terkena penyakit serius. Orang dengan demam, batuk dan kesulitan bernapas harus mendapat perhatian medis.
Menurut WHO, virus corona COVID-19 menyebar orang ke orang melalui tetesan kecil dari hidung atau mulut yang menyebar ketika seseorang batuk atau menghembuskan nafas. Tetesan ini kemudian jatuh ke benda yang disentuh oleh orang lain.
Orang tersebut kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut. Berdasarkan studi yang ada saat ini belum ditemukan penyebaran COVID-19 melalui udara bebas.