Diposkan pada bahaya dalam kesehatan

Siap-siap Anda Akan Kaget Jika Tahu Bahaya Keseringan Meminum Air Isi Ulang (Air Galon) !!

Hay readers ketemu lagi denganku🤗 Siapa yang sering membeli air minum isi ulang untuk konsumsi di rumah? Ya, air minum isi ulang memang sering dijadikan pilihan karena harganya yang murah. Namun siapa sangka, air isi ulang bisa berbahaya banget untuk tubuh, loh..

Memasak air yang akan dikonsumsi menjadi rutinitas yang dilakukan kebanyakan orang pada zaman dulu.

Hal ini dikarenakan kebanyakan sumber air masyarakat berasal dari sumur-sumur air tanah yang tentu saja masih harus dimasak terlebih dahulu agar berbagai kuman mati dan tidak menyebabkan penyakit.

Namun seiring berjalannya waktu membuat air kemasan lebih banyak diminati oleh masyarakat karena tidak perlu dimasak lagi dan bisa langsung diminum.

Di samping itu, banyak pula air kemasan yang bisa diisi ulang dengan harga yang cenderung murah dimana-mana.

Lantas, apakah air minum isi ulang ini baik bagi kesehatan tubuh?

  1. Lebih Rentan Terhadap Bahaya Kuman dan Bakteri

Air minum isi ulang atau air galon ternyata bisa memberikan dampak kesehatan yang kurang baik bagi tubuh.

Meskipun banyak penyedia air minum isi ulang yang mengklaim jika air telah disterilisasi dan memakai teknologi penyaring terkini, air tersebut ternyata cukup rentan mendapatkan pencemaran dari kuman atau bakteri.

Memang, banyak penyedia depot isi ulang air minum yang berusaha sebaik mungkin menjaga kualitas dan standar kesehatan air minumnya, namun, banyak pula yang tidak bisa menjamin kebersihannya bukan?

Sebagai contoh, kita bisa melihat sikat pembersih galon yang juga digunakan untuk membersihkan galon lainnya.

Hal ini tentu saja justru akan membuat kuman dan bakteri dari galon sebelumnya akan tercampur bukan?

Lagipula, bukankah pembersihan galonnya juga hanya dengan air?

Hal ini tentu saja akan mempertanyakan kesterilan dari depot air minum tersebut.

  1. Perhatikan Lokasi Depot dan Sumber Air

Lokasi depot air minum cenderung berada di pinggir jalan yang tentu akan beresiko terkena polusi, debu, dan berbagai bakteri serta kuman dengan mudah.

Hal ini tentu saja akan menambah pertanyaan lagi tentang kebersihan dari depot air minum tersebut.

Di samping itu, cobalah anda mencari dari mana sumber air minum tersebut, apakah berasal dari air kemasan bermerek atau justru berasal dari pabrik yang belum bisa dicek kebersihan dan kesterilannya.

Air minum isi ulang berisiko membawa berbagai macam bakteri dan kuman layaknya bakteri e-coli atau bahkan salmonela yang tentu bisa membawa masalah kesehatan bagi tubuh.

Jika anda menyayangi tubuh anda, ada baiknya anda mempertimbangkan lagi pemakaian air minum isi ulang dan sebaiknya membeli air minum kemasan yang meskipun berharga jauh lebih mahal namun sudah dijamin kebersihan dan keamanannya atau lebih baik masak air sendiri🤗

“Dengan hanya melihat air, seseorang bisa belajar banyak hal tentang ketenangan yang sewaktu-waktu bisa menenggelamkan” ~ Reana Methan
Diposkan pada bahaya dalam kesehatan

Benarkah Wadah Makanan dari Styrofoam dapat Menyebabkan Kanker?

Seberapa sering Anda menggunakan styrofoam sebagai wadah makan? Walaupun sangat praktis dan murah, penggunaan styrofoam disebut-sebut dapat menyebabkan kanker dan berbagai penyakit kronis lainnya. Apakah benar? Apa saja bahaya styrofoam sebagai wadah makanan, dan apakah kita bisa mencegahnya?

Bahaya Styrofoam berasal dari bahan dasarnya

Styrofoam bisa dibilang termasuk ke dalam kelompok plastik yang sering dijadikan wadah makanan atau minuman. Banyak orang yang menggunakan styrofoam sebagai wadah sebab harganya yang murah dan praktis dalam pemakaiannya. Namun efek samping yang ditimbulkan cukup buruk.

Styrofoam mengandung beberapa zat kimia yang dipercaya berbahaya bagi kesehatan manusia. Beberapa di antaranya adalah benzene dan  styrene yang telah dibuktikan dapat menyebabkan penyakit kanker.

Bahkan badan kesehatan dunia, World Health Organization telah menyatakan bahwa benzene adalah zat kimia yang bersifat karsinogenik, atau dapat menyebabkan tumbuhnya sel kanker di dalam tubuh. Sedangkan fakta untuk styrene, tidak jauh berbeda dengan benzene, zat ini juga menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.

Faktor yang bisa membuat makanan terkontaminasi zat kimia dalam styrofoam

Sebenarnya, bahaya styrofoam berasal dari kontaminasi styrene ke dalam makanan Anda. Perpindahan zat ini tergantung dengan beberapa hal yaitu:

  1. Suhu Makanan

Semakin tinggi suhu makanan yang ada dalam styrofoam maka akan semakin mudah zat styrene berpindah ke makanan. Oleh karena itu, hindari menggunakan styrofoam dalam memanaskan makanan, atau untuk menyimpan makanan dalam suhu panas.

  1. Lama Kontak dengan Makan

Semakin lama menyimpan makanan di dalam styrofoam, maka akan semakin berbahaya bagi kesehatan Anda.

  1. Tingginya Lemak Makanan

Makanan yang memiliki kandungan lemak yang tinggi akan mendapatkan kontaminasi styrene lebih banyak ketimbang dengan makanan yang lemaknya sedikit. Meskipun begitu, sampai saat ini para ahli belum mengetahui secara pasti mengapa lemak makanan mempengaruhi perpindahan styerene ke dalam makanan Anda.


Nah, bagaimana pendapat kalian readers? Boleh saja sesekali kita menggunakan styrofoam asalkan jangan terlalu sering dan berlebihan yaa, yuk kita jaga kesehatan mulai dari sekarang!

Jika ingin melihat gangguan kesehatan dan cara pencegahan penggunaan styrofoam, klik link dibawah ini :

Wah ini dia gangguan kesehatan dan cara pencegahan penggunaan styrofoam..

“Kesehatan selalu tampak berharga setelah kita kehilangannya”
Diposkan pada bahaya dalam kesehatan

Sering Meniup Makanan Panas? Ini 3 Alasan Kamu Akan Berhenti Melakukannya

Saat menyantap makanan atau minuman panas, kita cenderung meniupkan agar lebih cepat dingin dan bisa segera dikonsumsi. Namun, sebaiknya kebiasaan tersebut mulai di hindari karena ternyata bisa memicu hal negatif bagi kesehatan lho!

  1. Membuka Peluang Kontaminasi Virus dan Bakteri

Dengan meniup makanan, potensi kuman maupun virus di mulut untuk berpindah ke makanan akan semakin besar. Jika kita mengkonsumsi makanan yang telah terkontaminasi, akan ada peluang untuk tertular juga.

Misalnya virus influenza dan TBC yang penyebarannya bisa secara langsung, bahkan melalui udara. Penyakit lebih serius seperti hepatitis juga bisa menular dengan kegiatan sederhana ini.

  1. Memicu Masalah Kesehatan

Uap air yang bereaksi dengan CO2 atau gas karbondioksida yang keluar dari mulut, akan membentuk senyawa asam karbonat (carbonic acid). Karena bersifat asam, hal ini bisa memicu ketidakseimbangan pH dalam darah.

Masalah lain yang mungkin akan timbul adalah jika (makanan) mengandung kalsium oksida (CaO). Saat makanan dengan senyawa tersebut ditiup dan bereaksi dengan CO2 dalam napas, maka akan menghasilkan batu kapur (CaCO3). Endapan CaCO3 dalam jumlah banyak bisa memicu terbentuknya batu ginjal.

  1. Meniup Makanan Dianggap Sesuatu yang Tak Sopan

Tak hanya punya dampak bagi kesehatan, kegiatan kecil ini termasuk melanggar etika makan di sejumlah tempat. Salah satunya Amerika Serikat. 

Meniup makanan yang masih panas untuk mendinginkannya dianggap tidak sopan. Mereka cenderung menunggu sejenak makanan atau minuman hingga suhunya tak terlalu panas, baru kemudian menyantapnya.


Wah, gak nyangka juga ya ternyata efeknya tak baik untuk tubuh. Kamu sendiri suka meniup makanan panas ngga, nih?

Alangkah baiknya jika kita mendiamkan sejenak makanan tersebut hingga terasa hangat. Keep enjoy guys, jangan lupa jaga kesehatan Anda!

“Sehat itu nikmat”
Diposkan pada bahaya dalam kesehatan

Hati-hati! Inilah 3 Bahaya Mengkonsumsi Makanan Saat Masih Panas

Diamkan sejenak, karena ada beberapa bahaya kesehatan jika menkonsumsi makanan saat masih panas!

Mengkonsumsi makanan berkuah saat musim hujan memang terlihat sangat menggiurkan dan bisa menghangatkan tubuh. Namun ada satu hal penting yang harus Anda perhatikan dan hindari yaitu Mengkonsumsi makanan panas secara langung.

Ada banyak dampak buruk yang bisa mengakibatkan organ tubuh, terutama bagian mulut menjadi terluka hingga memicu timbulnya penyakit kronis.

  1. Lidah Melepuh

Sebelum Anda mengkonsumsi makanan atau minuman panas, tidak ada salahnya mendiamkan terlebih dahulu hingga suhu terasa hangat. Jika tidak, maka dapat mengakibatkan lidah pecah-pecah yang akan menimbulkan rasa perih sekaligus rasa terbakar setiap kali makan.

Bahkan, kondisi ini akan membuat lidah anda melepuh hingga menghilangkan kemampuan mengecap secara permanen.

  1. Email Gigi Terkikis

Selain lidah melepuh, organ tubuh pertama yang terkena dampak makanan panas adalah gigi. Email yang merupakan lapisan terluar dan terkeras pada gigi lambat laun akan terkikis hingga memicu masalah besar seperti gigi berlubang dan sensitif.

Akibatnya, kuman dan bakteri pada sisa makanan dapat menyebabkan gigi terasa sakit, bengkak, dan tidak mampu mengkonsumsi makanan terlalu panas atau dingin lagi. 

  1. Lambung Iritasi

Suhu yang tinggi pada makanan panas akan membuat lambung iritasi dan meningkatkan produksi asam HCL. Akibatnya, perut terasa kembung dan begah dalam waktu yang lama.


Sebuah penelitian yang dipublikasikan di The British Medical Journal dan The International Journal of Cancer pada tahun 2009, memaparkan bahwa mengkonsumsi makanan panas dan minuman dingin dapat meningkatkan resiko terkena kanker. Jadi, tidak ada salahnya untuk menghangatkan makanan serta minuman sebelum mengkonsumsinya.

“Love your self enough to live a healthy lifestyle”
Diposkan pada bahaya dalam kesehatan

Stop Tidur Setelah Makan!

Bahaya tidur setelah makan!

Apakah Anda pernah tidur setelah makan? Jika iya, sepertinya Anda harus menghentikan kebiasaan ini. Rasa ngantuk usai makan adalah hal yang normal terjadi dan bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Namun, jika setelah makan langsung tidur menjadi kebiasaan, maka Anda harus mengetahui bahwa terdapat bahaya tidur setelah makan.

Mengenali Bahaya Tidur Setelah Makan

Pada dasarnya, aliran darah akan terpusat ke saluran pencernaan setelah Anda makan. Kondisi ini mengakibatkan aliran darah ke otak menjadi kekurangan oksigen sehingga menimbulkan rasa kantuk.

Namun, tidur setelah makan adalah sesuatu yang tidak baik bagi kesehatan karena dapat menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan dan masalah-masalah kesehatan lainnya.

Berikut adalah bahaya tidur setelah makan yang bisa terjadi pada tubuh Anda, di antaranya :

  1. Beresiko membuat berat badan naik

Bahaya tidur setelah makan yang pertama adalah membuat berat badan Anda mengalami peningkatan. Tidur setelah makan memicu kenaikan berat badan karena pada malam hari seseorang lebih menyukai konsumsi makanan berkalori tinggi, dan tidak dipergunakan sebagai sumber energi.

Asupan kalori berlebih dapat menjadi lemak yang menyebabkan kenaikan berat badan. Jadi, waktu makan sebenarnya tidak memengaruhi berat badan, tetapi apa yang Anda konsumsi.

  1. Heartbun

Bahaya tidur setelah makan berikutnya bisa menyebabkan heartburn, yaitu sensai panas pada perut bagian atas dan terkadang sampai ke tenggorokan yang disebabkan karena naiknya asam lambung.

Dampak negatif tidur setelah makan lainnya adalah membuat Anda tidak lapar di pagi hari sehingga akan melewatkan sarapan. Melewatkan sarapan membuat Anda makan berlebihan di waktu berikutnya.

  1. Stroke

Sebuah penelitian mengungkapkan, semakin panjang jeda waktu tidur setelah makan, maka risiko untuk mengalami stroke bisa berkurang. Kondisi ini diperkirakan karena saat makan, gula darah, kolesterol, dan aliran darah mengalami perubahan–di mana berbagai perubahan itu bisa memengaruhi risiko stroke.

Penelitan lain mengungkapkan, risiko stroke juga bisa berkaitan dengan risiko refluks asam lambung, dan lebih sering terjadi pada mereka yang waktu makan dan waktu tidurnya berdekatan. Kondisi ini bisa memicu terjadinya sumbatan napas saat tidur (sleep apnea), salah faktor risiko terhadap stroke.

Meski begitu, belum ditemukan alasan yang pasti mengenai klaim ini, sehingga penelitian lebih lanjut perlu dilakukan.

  1. Terganggunya sistem pencernaan

Menurut beberapa pakar kesehatan, bahaya tidur setelah makan dapat menyebabkan refluks esofagus. Posisi berbaring dapat membuat makanan yang sebelumnya masuk menuju organ lambung menjadi berbalik arah ke atas lagi yaitu tenggorokan dan mulut.

Refluks esofagus atau dikenal juga dengan esophageal reflux merupakan kondisi di mana kembalinya makanan dari organ lambung menuju dalam esofagus, yaitu saluran yang berfungsi mengangkut makanan yang berasal dari mulut menuju perut.

Ketika makanan tersebut kembali ke esofagus dan mulut, maka rasa pahit bisa muncul. Kerongkongan pun akan menjadi terasa panas dan kering. Sering kali seseorang yang mengalami ini akan merasa ingin muntah dan mulas. Bahaya tidur setelah makan ini benar-benar mengganggu aktivitas sehari-hari Anda.

  1. Masalah pada paru-paru

Bahaya tidur setelah makan tidak hanya mengganggu pencernaan. Apabila sebelumnya Anda memiliki penyakit maag dan tukak lambung. Kondisi lain yang dapat terjadi asam lambung pada akhirnya bisa berbalik arah karena posisi tidur dapat menuju saluran pernapasan manusia. Bahaya tidur setelah makan menyebabkan terjadinya peradangan dan kerusakan paru-paru serta laring atau kotak suara.

“every time you eat or drink, you are either feeding disease or fighting it”
Diposkan pada bahaya dalam kesehatan

13 Bahaya Makan Fast Food, Itu Sebabnya Makanan Ini Disebut Junk Food

Junk Food/Fast Food

Fast Food atau Makanan cepat saji sering di identikkan dengan Junk Food atau “Makanan Sampah” bukan tanpa alasan. Itu karena Fast Food dibuat dengan bahan murah seperti, daging berlemak tinggi, biji-biji olahan, tambahan gula dan lemak.

Selain itu Fast Food juga tinggi sodium yang berfungsi sebagai pengawet dan membuat makanan beraroma lezat. Padahal makanan yang sehat sebaiknya disajikan berupa daging tanpa lemak, gandum utuh, buah-buahan segar dan sayuran.

Meski begitu Fast Food sangat populer di kalangan masyarakat karena harganya murah, mudah didapat dan rasanya enak. Belum lagi ada banyak kemudahan membeli seperti Drive-thru dan jasa antar-kirim (Go Food, Grab Food, dan lain-lain) kamu bisa menemukan banyak produk Fast Food, seperti Hamburger, Pizza, Ayam Goreng, dan Kentang Goreng.

Sebenarnya, apa aja sih bahaya Fast Food? Dilansir dari Healthline, berikut diantaranya:

  1. Fast food mengandung sodium yang meningkatkan resiko sakit kepala.
  1. Memakan dan memproses fast food meningkatkan resiko depresi.
  1. Karbohidrat berat dan lemak tak jenuh dalam fast food menyebabkan jerawat.
  1. Karbohidrat dan gula dalam fast food memproduksi asam yang menghancurkan enamel gigimu dan menyebabkan gigi berlubang.
  1. Kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi adalah dua faktor yang meningkatkan resiko serangan jantung serta stroke.
  1. Jika kurang olahraga, kalori berlebih akan berubah jadi kelebihan berat badan yang mengakibatkan obesitas.
  1. Obesitas juga berisiko menyebabkan sesak napas.
  1. Makanan yang digoreng kaya akan lemak tak jenuh dan meningkatkan resiko kolesterol tinggi.
  1. Fast food yang mengandung sodium juga meningkatkan resiko tekanan darah tinggi, memperburuk jantung hingga gagal jantung.
  1. Fast food berisi karbohidrat kosong menyebabkan lonjakan gula darah.
  1. Fast food juga membuatmu kelebihan kalori antara 187-190 kalori per hari.
  1. Fast food menyebabkan resistensi insulin dan diabetes tipe 2.
  1. Kandungan sodium dalam fast food membuat jumlah air dalam tubuhmu meningkat sehingga kamu terlihat lebih gemuk.

Itu tadi bahaya dari konsumsi fast food yang berlebihan. Buat kamu yang ingin hidup sehat, cobalah mengganti makananmu. Kalau ingin murah, kamu bisa menyediakan bekal atau membeli makanan di warung yang bersih.

Sc : IDN Times.

“Kesehatan itu Simple tapi Segalanya”