
Stress berpengaruh pada hampir seluruh aspek kehidupan seseorang. Tidak hanya memberikan efek psikologis, stress juga berpengaruh pada kesehatan fisik seseorang. Meskipun begitu, gejala dan ciri-ciri stress pada setiap orang dapat berbeda-beda.
Berikut adalah ciri-ciri stress meliputi gejala emosional, fisik, kognitif, perilaku, dan stres jangka panjang :
- Mudah gelisah, frustasi, dan murung.
- Merasa kewalahan atau kehilangan kendali.
- Merasa rendah diri, kesepian, tidak berharga, dan tertekan.
- Nyeri dan tegang otot.
- Sakit kepala.
- Nyeri dada.
- Detak jantung yang cepat.
- Insomnia.
- Gemetar.
- Berdering di telinga.
- Tangan dan kaki dingin atau berkeringat.
- Mulut kering dan kesulitan menelan.
- Merasa khawatir.
- Berpikir terlalu cepat.
- Sering lupa.
- Pesimis dan cenderung melihat sisi negatif.
- Menunda dan menghindari tanggung jawab.
- Penggunaan alkohol, obat-obatan, atau rokok meningkat.
- Sering menunjukkan perilaku gugup seperti menggigit, gelisah, dan mondar-mandir.
- Masalah kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, dan gangguan kepribadian.
- Penyakit kardiovaskular, seperti tekanan darah tinggi, irama jantung abnormal, serangan jantung, stroke.
- Obesitas atau gangguan makan lainnya.
- Gangguan siklus menstruasi.
- Masalah kulit dan rambut, seperti jerawat, psoriasis, eksim, dan kerontokan rambut permanen.
- Gangguan pencernaan kronis seperti GERD, gastritis, Kolitis ulseratif, dan iritasi usus.
Ciri-ciri stress yang muncul pada setiap orang sangat beragam bergantung pada jenis stress, pemicu stress, kondisi kesehatan individu, dan banyak faktor lainnya. Apabila Anda mengalami beberapa dari gejala di atas, segera konsultasikan ke dokter untuk memastikan kondisi Anda.
Cara mengatasi Stress

Cara mengatasi stress yang baik adalah dengan menemukan penyebab stress dan mempelajari cara mengelola stress. Mengingat penyebab stress pada setiap orang dapat berbeda-beda, cara mengatasi stress yang cocok untuk setiap orang juga mungkin dapat berbeda-beda.
Berikut adalah cara mengatasi stress dengan manajemen stress yang dapat Anda coba :
- Olahraga.
- Mengurangi asupan alkohol, obat-obatan, dan kafein.
- Memerhatikan asupan nutrisi.
- Menentukan skala prioritas.
- Luangkan waktu untuk ‘me time’.
- Berlatih pernapasan dan relaksasi.
- Berbicara dengan orang di sekitar Anda.
- Kenali tanda-tanda stress.
- Mencari tahu penyebab stress dan mencari solusi.
- Ketahui apa yang dapat mengurangi stress Anda.
Stress memberikan efek yang berbeda-beda pada setiap orang. Sebagian besar stress dapat dikendalikan dengan manajemen stress. Apabila stress mengganggu kehidupan Anda sehari-hari, sebaiknya konsultasikan dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.
“Lebih baik mencegah daripada mengobati”.
